Menepati komitmen yang sudah dicanangkan disini untuk mendokumentasikan pengalaman selama dibali hampir setengah tahun didalam blog ini, maka dengan post ini mudah-mudahan sebagai post awal dari post-post berikutnya yang berisikan pengalaman-pengalaman tersebut.
Pada beberapa post sebelumnya sudah dituliskan bahwa petualangan dibali dimulai saat Balicamp Pacung dibuka kembali dan secara kebetulan saya masuk dalam generasi awal yang akan pindah kesana dari BSD.
Perlu diketahui masa-masa awal kepindahaan penuh dengan gejolak penyesuian diri dengan lingkungan yang secara extrem berbeda dengan daerah asal (Kota). Dari yang biasanya dijakarta itu panas sedangkan ditempat baru ini tengah hari saja berkabut tebal apalagai malam yang suhunya bisa mencapai 15 derajat celcius. Dari tempat tinggal baik itu rumah atau kos-kosan yang bagus ke kos-kosan yang seadanya dikampung. Dari tempat yang penuh hingar-bingar di kota ke tempat penuh kesenyapan di desa.
Jelas dengan perubaan yang sangat extrem tersebut pasti membuat siapapun akan kaget sampe ada orang yang terlihat sekali depresi menghadapi itu semua. Mungkin ada yang bertanya masa sih dibalicamp pacung sampe segitunya kan gedungnya itu mewah dan kayak hotel/cottage? Memang bener kalo komplek balicamp pacung seperti yang telah disebutkan cuma kawasan disekitar areal tersebut memang bener-bener kampung alias desa di tengah pulau bali dan jauh dari hingar-bingar bali selatan macam kuta atau legian.
Berangkat dari keadaan tersebut dengan spririt 45 untuk menaklukkan bali saya memberanikan diri ngajak temen-temen lainya untuk jalan-jalan dengan mobil sewaan dengan harapan bisa menghibur teman-teman agar melupakan stress akibat adaptasi dengan tempat baru tersebut. Kebetulan 3 hari setelah hari kedatangan adalah hari libur nasional dan ada pengurus balicamp pacung yang bisa mencarikan tempat penyewaan mobil yang murah.
Pada hari H ternyata peminat yang akan ikut jalan-jalan melebihi dugaan semula sedangkan hanya menyewa satu mobil kijang saja. Dengan metode archive(kompresi) khusus dari balicamp akhirnya bisa memasukkan 13 orang kedalam mobil kijang tersebut dan terpaksa meninggalkan 1 orang yang memang hanya niat untuk nebeng aja kebawah (ke denpasar).
Tujuan kita saat ini adalah KUTA, karena tempat tersebut sudah menjadi icon dari pulau dewata. Selain itu tempat tersebut harusnya mudah ditemukan dengan banyaknya milestone-milestone dijalan yang memudahkan kami yang baru tiga hari dibali dan masih boleh dibilang buta dengan rute dan jalan dibali. Akhirnya kita berangkat dengan kenekatan, dan keberanian kita menyusuri jalan di bali menuju kuta.
Akhirnya setelah perjuangan mencari arah yang benar dengan milestone selama perjalanan, kita semua sampai di KUTA.
Yeaahhhh akhirnya kita sampe juga disini, pantai KUTA salah satu icon dari pulau BALI merupakan pantai berpasir putih yang sangat lembut serta luas dan memanjang mebujur dari utara ke selatan dan dibaratnya adalah laut dengan ombak yang besar yang cocok untuk surfing. Ditimur dari pantai tersebut banyak terdapat hotel-hotel seperti hard rock hotel, butik-butik dari macanegara, franchise-franshise fast food restourant macam McD, cafe-cafe macam hard rock cafe, mini mart macam circle K, dsb. Pantai kuta letaknya berdekatan dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sehingga bila anda datang dengan pesawat ke pulau bali sebelum mendarat anda akan melihat panti berpasir putih yang memanjang luas dengan laut birunya, sungguh sangat indah sekali pantai kuta ini bila dilihat dari udara.
Di pantai KUTA sangat ramai bercampuran segalam macam manusia disana, dari para wisatawan manca negara seperti australia, jepang, dsb sampe wisatawan dosmestik asli dari negeri sendiri. Selain para wisatawan terdapat banyak orang dengan profesi yang beragam seperti tukang penjual sovenir, ibu-ibu tukang pijat, para beach boy penjaja jasa penyewaan papan surfing, dsb. Untungnya pantai KUTA sangat luas sehingga bisa menampung orang-orang sebanyak itu. Tetap saja walaupun dapat tertampung pantai ini terlihat sangat ramai.
Kembali lagi ke kita yang baru saja sampai dikuta, kita yang baru datang beberapa hari dipulau bali tidak bisa menutupi antusiasme menghadapi keadaan di pantai KUTA tersebut. Langsung saja kita berlarian seperti orang gila di pasir yang lembut itu. Kita saling mengejar satu orang yang tidak bisa berenang untuk ditarik kelaut, sayangnya orang tersebut sangat lincah sehingga cukup sulit ditangkap. Tetapi setelah beberapa lama orang tersebut dapat ditangkap dan ditarik kelaut. Setelah puas menarik orang kelaut langsung saja yang lain juga mengikuti terjun kelaut. Setelah puas bermain dan membuat dokumentasi (Berfoto) di pantai dan sekitarnya kita kembali meneruskan perjalanan untuk menuju satu-satunya Carrefour yang ada dibali saat itu (Sebelum carrefour membeli alfa, saat ini karena hal itu CarreFour mempunyai 2 lokasi di pulau bali). Setelah puas berbelanja kita bergegas kembali ke Pacung karena masa sewa Mobil akan segera berakhir.
Berikut foto2 hasil jepretan amatir saya dan djito



















